Sebagai seorang muslimah, memiliki koleksi busana muslim yang beraneka ragam adalah suatu hal yang sudah semestinya. Wanita yang belum mengenakan jilbab saja tentu memiliki berbagai koleksi busana muslim di dalam lemarinya. Mulai dari gamis, jilbab, manset, sampai kaus kaki, setiap muslimah pasti memilikinya. Jenis bahannya pun tentu bermacam-macam seperti wool, katun, lycra, jersey, spandek, satin, sutra, parasut, dan lain-lain.
Setiap koleksi busana muslim yang kita miliki tidaklah sama cara perawatannya. Terlebih lagi jika koleksi busana muslim kita terdiri dari berbagai jenis bahan dan warna yang bermacam-macam. Hal itu menuntut kita untuk lebih pandai menjaga dan merawatnya agar tetap telihat baik dan awet untuk beberapa waktu lamanya. Berikut ini beberapa tips merawat baju sesuai dengan jenis bahannya :B
1. Bahan Satin
Busana dari bahan satin tergolong tidak sulit dalam perawatannya. Untuk proses pencuciannya sebaiknya tidak dicuci dengan menggunakan mesin cuci. Cucilah secara manual dengan tangan setelah direndam sekitar 10-15 menit sebelumnya. Ketika merendam sebaiknya menggunakan deterjen yang cukup ramah di bahan, tangan dan lingkungan karena deterjen yang terlalu kuat akan merusak tekstur bahan. Setelah itu kucek dengan lembut, lalu bilas beberapa kali dan gunakan pewangi serta pelembut agar kualitas bahan satin tetap terjaga. Pada saat proses penjemuran sebaiknya tidak di bawah sinar matahari langsung.
Selain dalam proses pencucian dan penjemran, hal lain yang harus diperhatikan adalah pada saat menyetrika. Jangan terlalu panas saat menyetrika karena dikhawatirkan merusak pakaian dari bahan satin yang memang agak tipis.
2. Bahan Sifon
Bahan sifon adalah bahan yang banyak digunakan untuk membuat busana gamis. Jika koleksi busana muslim kita didominasi dengan gamis berbahan sifon, maka kita harus ekstra hati-hati dalam merawatnya. Busana dengan bahan sifon sebaiknya direndam dengan air hangat. Hal ini dikarekan bahan sifon mudah menyusut. Suhu pada saat merendam sekitar 30-40 derajat celcius dan deterjen yang digunakan tidak boleh asal. Gunakan deterjen yang lembut pada bahan seperti sifon. Jangan merendam telalu lama karena warna pakaian akan menjadi pudar. Ketika mencuci, sebaiknya tetap menggunakan tangan agar tidak merusak serat pakaian ketika dicuci di dalam mesin cuci. Setelah itu pada proses penjemuran jangan dijemur di bawah sinar matahari langsung melainkan cukup diangin-anginkan saja.
3. Bahan Katun
Busana dari bahan katun memang banyak digemari karena selain nyaman ketika dipakai, bahan katun juga sangat baik bagi tubuh kita karena menyerap keringat dan tidak panas. Itulah mengapa dalam kesehariannya muslimah lebih suka memperbanyak koleksi busana muslim berbahan katun.
Sebelum mencuci periksalah apakah ada kotoran atau noda yang mengering dan menempel kuat pada kain. Hilangkan noda tersebut dengan tangan lalu rendam pakaian dalam air yang sudah ditambahkan detejen. Kemudian kucek sampai bersih, bilas dan langsung dijemur. Jangan menunda menjemur pakaian dari bahan katun karena khawatir akan merusak warna dari pakaian. Ketika selesai menyetrika sebaiknya tidak dilipat melainkan digantung dengan hanger untuk menghindari bentuk lipatan. Bahan katun memang sangat mudah kusut sehingga adanya lipatan akan menambah kusut kain.
4. Bahan Sutra
Kain sutra memang tergolong mahal sehingga butuh perhatian ekstra dalam merawatnya. Ketika mencuci, memang dapat menggunakna mesin cuci tetapi pilihlah menu delicate. Meski demikian, akan baik jika mencuci dengan tangan. Gunakan pelembut agar kualitas kain tetap terjaga. Setelah itu bilas dan jemur dengan cara mengangin-anginkan. Pada saat menyetrika sebaiknya dengan suhu standar, jangan terlalu panas atau dingin.
5. Bahan Wool
Perawatan busana muslim dari bahan wol memang susah-susah gampang. Jika tidak berhati-hati dalam merawat, terutama ketika mencucinya, akan menyebabkan serat menjadi keluar dan warna menjadi pudar. Oleh karena itu, saat mencuci gunakan deterjen yang lembut dan cucilah dengan tangan serta jangan disikat. Ketika menyetrika berilah alas kain yang agak lembab untuk menghindari busana dari bahan wol menjadi mengkilap setelah disetrika.
6. Bahan Spandek
Perawatan busana dari bahan spandek tidak jauh berbeda dengan bahan lainnya, tetapi penekanannya adalah ketika menyetrika jangan terlalu panas karena dapat merusak serat pakaian. Pada saat mengucek juga jangan terlalu kuat agar tidak merusak pori-pori kain. Kemudian jangan menjemur dengan cara digantung karena akan menyebabkan pakaian menjadi melar.
7. Bahan Kaos
Bahan kaos pasti banyak dijumpai dalam koleksi busana muslim kita sehari-hari. Hal ini karena busana dengan bahan kaos cukup simple dan nyaman dipakai. Akan tetapi ternyata banyak orang yang menganggap remeh bahan kaos sehingga ketika merawatnya masih asal-asalan. Agar koleksi busana muslim kita tetap awet pertama, saat mencuci pisahkan antara yang bewarna dan putih, hal ini mengindari terjadinya pelunturan. Kedua, jangan menyikat karena dapat merusak tekstur kain. Ketiga, saat penjemuran
Sahabat muslimah, meskipun setiap jenis bahan memang berbeda dalam hal perawatan, namun ada hal-hal standar yang harus kita perhatikan untuk merawat seluruh koleksi busana muslim kita, yaitu :
1. Simpanlah dalam keadaan bersih. Meskipun ada busana yang baru sekali dipakai, tetap harus dicuci karena keringat yang telah menempel dikhawatirkan akan menjadi jamur yang merusak busana muslim kita.
2. Mencuci sesuai petunjuk pencucian. Cara mencuci pakaian berwarna dengan pakaian putih tentunya berbeda. Kita harus memperhatikan hal ini karena pakaian berwarna memungkinkan untuk menyebabkan kelunturan pada pakaian putih. Perhatikan pula suhu air yang harus digunakan pada saat perendaman. Jika petunjuknya tidak tertera pada kemasan pakaian ketika kita membelinya, cobalah mencari informasinya di internet.
3. Tambahkan pelembut pakaian ketika membilas. Hal ini untuk membantu kita mempertahankan kelembutan dan menjaga serat kain.
4. Setelah menyetrika, jangan langsung disimpan di dalam lemari. Biarkan udara masuk ke pori-pori kain selama beberapa menit. Setelah itu simpan pakaian dalam lemari. Jika pakaian sudah terlalu lama tidak dipakai, kita juga dapat mengeluarkannya dari lemari agar terdapat aliran udara pada pakaian.
5. Bila perlu tempatkan kamper pada lemari pakaian untuk mencegah munculnya ngengat yang akan merusak pakaian
Setelah membaca informasi di atas, apakah kita masih beranggapan bahwa merawat koleksi busana muslim kita adalah hal sepele? Jika kita sanggup mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk membeli berbagai macam busana muslim, kita harus sanggup merawatnya dengan baik agar koleksi busana muslim kita tetap awet dan terjaga kualitasnya.
Dirangkum dari berbagai Sumber oleh Tim Penulis Kamila Muslamh
Showing posts with label merawat. Show all posts
Showing posts with label merawat. Show all posts
Wednesday, October 28, 2015
Monday, August 24, 2015
Tips Merawat Baju Bahan Katun
Katun adalah bahan yang sering dijadikan pilihan untuk seseorang dalam berbelanja pakaian, bahan ini memiliki karakter yang lembut dan halus sehingga sering dijadikan pilihan para pembeli pakaian, namun karena kelembutan dan kehalusan pakaiannya jenis bahan baju katun ini juga memiliki kelemahan dan harus dirawat dengan baik.
Jika tidak dirawat dengan baik baju bahan katun akan mengalami kerusakan sebelum waktunya, untuk menghindari hal tersebut, ada baiknya jika kita memperhatikan beberapa tips dalam mencuci atau mengeringkan baju yang terbuat dari bahan katun ini :
Berikut beberapa tips merawat baju berbahan katun :
1. Mencuci bahan baju jenis katun tentu berbeda dengan bahan jenis lainnya, jika Anda terbiasa mencuci dengan tangan maka itu tidak akan menjadi masalah namun kebanyakan mencuci menggunakan mesin cuci, untuk menggunakan mesin cuci maka gunakanlah air hangat untuk jenis pakaian putih sementara untuk pakaina gelap gunakan air dingin, hal ini untuk menghindari baju bahan katun menjadi pudar.
2. Penanggulangan terhadap noda, untuk noda yang membandel atau tidak biasa yang menempel pada bahan baju katun maka kita bisa mealakukan dengan cara menggunakan pembersih khusus untuk noda pakaian yang memebandel dan sulit dihilangkan, formula khusus yang cocok terhadap bahan baju katun akan membuat noda dalam baju hilang sehingga baju tetap berwarna cerah dan bagus.
3. Deterjen yang tepat, gunakanlah deterjen yang tepat untuk baju selain itu juga penggunaan pelembut akan membuat baju lebih terasa lembut dan indah serta terjaga kehalusan kainnya.
4. Jangan direndam terlalu lama, biasakan untuk tidak terlalu lama merendam pakaian anda dalam sabun detergent karena hal itu tidak baik bagi pakaian termasuk untuk bahan pakaian katun.
5. Mengeringkan baju bahan katun memiliki proses pengeringan yang berbeda, bahan katun tidak cocok menggunakan mesin pengering baju karena akan membuat baju cepat rusak , gunakanlah pengeringan konvensional dengan cara dijemur matahari atau pun bisa digantung ditempat terlindungi, jika pun harus memakai mesin pengering baju maka gunakanlah mesin pengering baju dengan suhu yang rendah.
6. Jangan disetrika terlalu panas, Menyetrika pakaian terlalu panas bisa berakibat buruk pada pakaian anda, bukan hanya pada bahan pakaiannya, tetapi juga pada pakaian itu sendiri.
Semoga bermanfaat.
Dirangkum dari berbagai sumber oleh Tim Penulis Kamila Muslimah
Subscribe to:
Posts (Atom)
