Showing posts with label info. Show all posts
Showing posts with label info. Show all posts
Monday, October 5, 2015
Perbedaan Jenis Kain Ciffon, Hycon dan Cerutti
Sekedar berbagi informasi dengan teman- teman agar kita mengetahui perbedaan antara jenis kain ciffon, hycon, dan ceruti agar kita tau pasti barang yang kita beli. Ada yang tahu perbedaannya???
Berikut ini Kami akan membahas perbedaan antara jenis kain ciffon, hycon, dan ceruti :
Ciffon
Chiffon berasal dari cara penyebutan orang perancis pada kain yang ringan. ciffon sebenarnya dibuat dari berbagai kain yang menjadikan perbedaan harga padanya, yaitu katun, sutra, atau serat sintetis.ciffon bila dilihat dengan kaca pembesar menyerupai sebuah jarring sehingga ia bisa tembus pandang.ciffon yang terbuat dari serat alami dapat dicelup ke hampir semua warna, tetapi ciffon yang terbuat dari polyester membutuhkan khusus zat warna dispersi.
Lantas apa perbedaan kain ciffon, hycon, dan ceruti?
Hycon dan ceruti merupakan pengembangan dari ciffon dan masih merupakan turunan dari kain ciffon.Tak jarang perbedaan persentase bahan yang digunakan untuk membuatnya membuat kain ciffon ini punya banyak jenis seperti berikut :
1. Hycon ternyata salah satu jenis Chiffon, tektstur lembut dan tidak licin. Hycon memiliki beragam kualitas, mulai jilbab hycon polos seharga 10.000 - 15.000 sampai hycon dengan kualitas kain dan jahitan rapi.
2. Chiffon Silk memiliki tekstur yang paling licin dibanding dengan jenis kain lainnya. Tapi jangan salah, meskipun bertekstur licin, jenis kain ini memiliki kelebihan permukaan kainnya sedikit berkilau dan tampak mewah untuk ke pesta.
3. Chiffon Fine biasanya digunakan untuk pashmina, motifnya banyak, tekstur lembut. Jenis kain ini tidak terlalu licin dan menghasilkan draperi cantik ketika dikreasikan. Biasa pula dikenal dengan Chiffon Import.
5. Cerutti merupakan jenis Chiffon yang paling jadi unggulan. Tekturnya yang sedikit kasar sangat praktis tanpa perlu penyematan jarum pentul terlalu banyak. Cerutti cenderung sedikit lebih tebal dibanding jenis chiffon lainnya.
Perbedaan kain Ciffon, Hycon dan Cerutti
Susah untuk mendefinisikan perbedaan antara bahan ciffon, ceruti dan hycon kenapa? Karena ceruti dan hycon adalah turunan dari bahan ciffon.
Banyak yang mengatakan hycon adalah barang yang paling murah diantara Ciffon dan ceruti, benarkah?faktanya, Hycon kadang-kadang juga dianggap sebagai kain semi sutra, dan juga dianggap sebagai bagian dari spandek..
Bila kita melihat seragam bola yang dijual murah, itulah sebenarnya kain Hycon, ia memiliki elastisitas akan tetapi memiliki sifat mengkilap yang diwarisi dari campuran polyester sebagai bahan campuran ciffon.
Kain hycon juga lebih tebal dan biasanya bisa dipakai sebagai bahan pakaian tanpa perlu dilapisi kain apapun, tidak seperti ciffon pada umumnya. Untuk permukaan kainnya ia memiliki banyak kesamaan dengan ciffon, yaitu licin dan mengkilat, tetapi sebagian hycon yang dicampur sepandek memiliki kelenturan, sedangkan hycon bahan jilbab jelas mudah dibedakan dengan ciffon apalagi ceruti, karena bahan hycon lebih tebal dari ciffon dan cerutti.
Sedangkan ceruti, sebagai kain yang sering dianggap lebih mahal dari kain ciffon maupun hycon, memiliki ciri khas yang berbeda pada serat dan permukaannya, selain itu memiliki tekstur lembut. Seratnya biasanya terasa lebih bergurat dan berpori, dan permukaannya sebagian orang memiripkannya dengan kulit jeruk.
lantar bagaimna dengan kain ciffon itu sendiri?
Kain Ciffon berbeda dengan hycon karena ia lebih licin permukaannya dan juga lebih halus, selain itu lebih ringan. Jika patokan ini juga susah digunakan dikarenakan telah begitu cerdik dan pintarnya pembuat kain memodifikasi kain, maka bisa kita ambil satu patokan paling sederhana, ciffon lebih ringan dari hycon, dan seharusnya lebih memiliki sifat seperti kain sutra bila ia berkualitas bagus.
kain ciffon juga berbeda dengan ceruti karena tidak memiliki tekstur seperti kulit jeruk dipermukaannya.
Demikianlah sedikit pembahasan tentang perbedaan jeis kain ciffon, hycon dan cerutti. semoga bermanfaat
Dirangkum Dari Berbagai Sumber Oleh Tim Penulis Kamila Muslimah
Wednesday, August 19, 2015
Apakah Bawah Dagu Wanita Termasuk Aurat?
Imam an-Nawawi menjelaskan batasan umum untuk wajah,
والوجه عند العرب ما حصلت به المواجهة
”Wajah dalam bahasa arab adalah anggota badan untuk saling berhadap-hadapan.” (Al-Majmu’, 1:364)
Imam Asy-Syirazi — ulama Syafi’iyah — (wafat 476 H) menjelaskan batasan wajah secara lebih rinci,
والوجه ما بين منابت شعر الرأس إلى الذقن ومنتهى اللحيين طولاً، ومن الأذن إلى الأذن عرضاً
“Wajah adalah wilayah antara tumbuhnya rambut kepala sampai ke dagu, ujung dua rahang. Batas membentang antara telinga sampai telinga satunya.” (Al-Muhadzdzab, hlm. 36)
Ketika menjelaskan keterangan Asy-Syairazi, Imam An-Nawawi mengatakan,
هذا الذي ذكره المصنف في حد الوجه هو الصواب الذي عليه الأصحاب ونص عليه الشافعي رحمه الله في الأم.
”Batasan wajah seperti yang disebutkan penulis, itulah batasan yang benar, yang diikuti oleh para ulama Syafi’iyah, dan yang ditegaskan Imam Asy-Syafi’i rahimahullah dalam kitab Al-Umm.” (Al-Majmu’, 1:371)
Keterangan yang senada juga disampaikan dalam referensi Malikiyah. Di antaranya disampaikan oleh Al-Haththab,
أَنَّ حَدَّ الْوَجْهِ طُولًا مِنْ مَنَابِتِ شَعْرِ الرَّأْسِ الْمُعْتَادِ إلَى مُنْتَهَى الذَّقَنِ فِي حَقِّ مَنْ لَيْسَتْ لَهُ لِحْيَةٌ وَأَمَّا مَنْ لَهُ لِحْيَةٌ فَيَغْسِلُ ظَاهِرَهَا وَلَوْ طَالَتْ. وَالذَّقَنُ مَجْمَعُ اللَّحْيَيْنِ
“Bahwa batas wajah adalah tempat tumbuh rambut normal bagian depan hingga ujung janggut, bagi orang yang tidak memiliki jenggot. Adapun bagi orang yang memiliki jenggot, maka dia harus mencuci bagian permukaan jenggotnya, meskipun panjang. Dzaqan (dagu) adalah daerah bertemuanya dua tulang rahang.” (Mawahib Al-Jalil, 2:89)
Berdasarkan keterangan tentang batas wajah di atas, maka bawah dagu — yaitu daerah antara ujung janggut dengan leher — bukan termasuk wajah, sehingga bagi wanita, daerah itu terhitung aurat.
Penegasan ini disampaikan dalam Fatawa Syabakah Islamiyah, ketika membahas batas aurat untuk bawah dagu,
وبهذا كله يتبين أن أسفل الذقن ليس من الوجه، ولا يجوزُ للمرأة كشفه في الصلاة، لأنه ليس مما تحصلُ به المواجهة
“Berdasarkan keterangan di atas, bawah dagu bukan termasuk wajah. Tidak boleh bagi wanita untuk membukanya (secara sengaja) dalam shalat. Karena bagian ini, bukan anggota badan yang digunakan untuk berhadap-hadapan.” (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 121534)
Sumber : muslimah or id
Ditulis Kembali Oleh Kamila Muslimah
Thursday, August 13, 2015
Mengenal Beberapa Jenis Kain Katun
Kain katun adalah jenis kain rajut (knitting) yang berbahan dasar serat kapas. Terdapat jenis kain yang mirip dengan kain katun yaitu kain PE.Cara mudah membedakannya adalah apabila kain katun dibakar maka baunya seperti kertas atau kayu dibakar, akan menjadi abu, dan jalannya api lambat.
Keunggulan Kain Katun :
1. Tidak kisut apabila dicuci
2. Tidak luntur untuk bahan berwarna
3. Mudah disablon
4. Menyerap keringat.
5. Tidak berbulu
Kelemahan Kain Katun :
1. Bahan terasa dingin dan sedikit kaku
2. Mudah kusut
3. Pakaian / kain akan rusak bila direndam lebih dari 2 jam dalam detergen
4. Rentan terhadap jamur
Berikut Beberapa Jenis Kain Katun :
1. Katun Jepang
katun jepang umumnya adalah istilah untuk jenis bahan yang terbuat dari combed 100% full cotton.
Jenis katun jepang yang full katun sendiri ada bermacam-macam , ada yang pabrikan lokal, ada pula yang imported. Katun Jepang tiad selalu mempunyai tekstur mengkilat/shiny . 100% Combed Cotton yang shiny disebut katun sateen. dimana cotton jenis ini telah menggunakan teknik finishing tambahan yang dinamakan 'sateen weave'
Berikut Bererapa ciri Khusus Katun Jepang :
– dibagian sisi ujung bahan terdapat tulisan “japan design” dan atau terdapat kode warna pada kain tersebut.
daya serap keringat bagus.
– harga lebih mahal dari kain katun biasa.
– permukaan kain lebih halus.
– warna lebih awet dan tahan lama.
– sering dan cocok digunakan untuk blouse atau Gamis wanita
2. Katun Paris Motif
Sebetulnya katun Paris hampir sama dengan katun Jepang dalam hal :memiliki kode warna pada kain, daya serap keringat bagus, harga relatif lebih mahal, warna dan permukaan kain sama dengan katun Jepang. Perbedaaanya adalah kain katun Paris lebih tipis dibanding katun Jepang.
3. Katun Paris polos
Katun jenis ini sebenarnya hampir sama dengan katun biasa, hanya saja katun paris polos kainnya lebih tipis. Harganya sendiri hampir sama dengan katun biasa, dan katun ini tidak ada kode warna di kainnya. Sering digunakan untuk blouse wanita dan bahan kerudung.
4. Katun Silk/India/Zada
Katun jenis ini ada 2 jenis yaitu yang tipis dan tebal.berikut beberapa ciri kain katun silky :
- permukaan kain lebih mengkilap
- harga sedikit lebih mahal diatas katun biasa, namun tidak semahal katun Jepang
- daya serap keringat paling rendah
- warna kilapnya awet meskipun sering dicuci.
5. Katun Minyak
Kain katun ini sama seperti katun lainnya cuma permukaannya terkesan berminyak (kilapnya lain dengan katun silk). Harga sama dengan katun biasa, daya serap keringat lumayan, kilap akan berkurang setelah beberapa kali pencucian.
6. Katun biasa
Motifnya macam-macam : polos, garis, kotak, bunga atau abstrak. Harga relatif lebih murah, tidak ada ciri khusus seperti kode warna, daya serap keringat sedang s/d bagus, tergantung presentasi bahan katunnya. Warnanya awet meskipun masih dibawah katun Jepang.
7. Katun Kombed /Cotton Combed
Adalah jenis kain katun yang diproduksi dengan finishing disisir (combed) dengan tujuan agar serat-serat kapas halus dapat dipisahkan sehingga kain yang dihasilkan lebih halus dan tidak berbulu (serat Benang lebih halus, hasil rajutan dan penampilan lebih rata). Kain katun kombed tersedia dalam dua ukuran yaitu 20s dan 30s.
Kain jenis ini biasa digunakan untuk bahan kaos distro-distro bandung.
Katun Kombed 20s adalah kain katun kombed yang terbuat dari Benang yang berukuran 20s.
Katun Kombed 30s adalah kain katun kombed yang terbuat dari Benang yang berukuran 30s.
Kain katun kombed 20s lebih tebal daripada 30s. Sehingga kain katun 30s lebih lemas daripada kain katun 20s.
8. Katun Karded /Cotton Carded
Berbeda dengan kain katun kombed, kain katun karded tidak disisir pada proses finishing pembuatannya. Oleh karena itu masih terdapat serat-serat kapas halus yang tersisa (serat Benang kurang halus, hasil rajutan dan penampilan bahan kurang rata). Tetapi meskipun begitu kain katun karded memiliki keunggulan harga yang lebih murah dibandingkan kain katun kombed.Umumnya bhn ini digunakan u kaos dg target pasar kelas menengah krn lbh murah.Mskpn memiliki tekstur krng halus ttp tetap nyaman dipakai krn terbuat dr 100% serat kapas alami. Kaos ini cukup menyerap keringat dan tdk panas.
Pada kain katun karded hanya terdapat ukuran 20s,24s,dll berdasarkan jenis benang yg digunakan.
Perbedaan antara kain katun kombed dan karded yang ada di pasaran adalah kain katun kombed lebih tebal daripada kain katun karded.
9. Teteron Cotton / TC
Bahan kaos ini dari jenis serat campuran,yaitu dari Cotton Combed 35% dan Polyester (Teteron) 65%, dg karateristik : kurang menyerap keringat dan agak panas, lebih tahan kusut dan tdk melar meskipun dicuci berkali kali, bila dibakar menghasilkan abu dan arang. Bahan ini biasa digunakan untuk sprei, hem dan celana.
10. Cotton Viscose /CVC
Bahan kaos ini juga dari jenis serat campuran, yaitu blending/campuran dari Cotton Combed 55% & Viscose 45%, dg karakteristik : tingkat shrinkage (susut pola) lebih kecil dari Cotton, dan bahan ini termasuk menyerap keringat.
Sumber : Fb Moslem Fashion
Ditulis Kembali Oleh Kamila Muslimah
Keunggulan Kain Katun :
1. Tidak kisut apabila dicuci
2. Tidak luntur untuk bahan berwarna
3. Mudah disablon
4. Menyerap keringat.
5. Tidak berbulu
Kelemahan Kain Katun :
1. Bahan terasa dingin dan sedikit kaku
2. Mudah kusut
3. Pakaian / kain akan rusak bila direndam lebih dari 2 jam dalam detergen
4. Rentan terhadap jamur
Berikut Beberapa Jenis Kain Katun :
1. Katun Jepang
katun jepang umumnya adalah istilah untuk jenis bahan yang terbuat dari combed 100% full cotton.
Jenis katun jepang yang full katun sendiri ada bermacam-macam , ada yang pabrikan lokal, ada pula yang imported. Katun Jepang tiad selalu mempunyai tekstur mengkilat/shiny . 100% Combed Cotton yang shiny disebut katun sateen. dimana cotton jenis ini telah menggunakan teknik finishing tambahan yang dinamakan 'sateen weave'
Berikut Bererapa ciri Khusus Katun Jepang :
– dibagian sisi ujung bahan terdapat tulisan “japan design” dan atau terdapat kode warna pada kain tersebut.
daya serap keringat bagus.
– harga lebih mahal dari kain katun biasa.
– permukaan kain lebih halus.
– warna lebih awet dan tahan lama.
– sering dan cocok digunakan untuk blouse atau Gamis wanita
2. Katun Paris Motif
Sebetulnya katun Paris hampir sama dengan katun Jepang dalam hal :memiliki kode warna pada kain, daya serap keringat bagus, harga relatif lebih mahal, warna dan permukaan kain sama dengan katun Jepang. Perbedaaanya adalah kain katun Paris lebih tipis dibanding katun Jepang.
3. Katun Paris polos
Katun jenis ini sebenarnya hampir sama dengan katun biasa, hanya saja katun paris polos kainnya lebih tipis. Harganya sendiri hampir sama dengan katun biasa, dan katun ini tidak ada kode warna di kainnya. Sering digunakan untuk blouse wanita dan bahan kerudung.
4. Katun Silk/India/Zada
Katun jenis ini ada 2 jenis yaitu yang tipis dan tebal.berikut beberapa ciri kain katun silky :
- permukaan kain lebih mengkilap
- harga sedikit lebih mahal diatas katun biasa, namun tidak semahal katun Jepang
- daya serap keringat paling rendah
- warna kilapnya awet meskipun sering dicuci.
5. Katun Minyak
Kain katun ini sama seperti katun lainnya cuma permukaannya terkesan berminyak (kilapnya lain dengan katun silk). Harga sama dengan katun biasa, daya serap keringat lumayan, kilap akan berkurang setelah beberapa kali pencucian.
6. Katun biasa
Motifnya macam-macam : polos, garis, kotak, bunga atau abstrak. Harga relatif lebih murah, tidak ada ciri khusus seperti kode warna, daya serap keringat sedang s/d bagus, tergantung presentasi bahan katunnya. Warnanya awet meskipun masih dibawah katun Jepang.
7. Katun Kombed /Cotton Combed
Adalah jenis kain katun yang diproduksi dengan finishing disisir (combed) dengan tujuan agar serat-serat kapas halus dapat dipisahkan sehingga kain yang dihasilkan lebih halus dan tidak berbulu (serat Benang lebih halus, hasil rajutan dan penampilan lebih rata). Kain katun kombed tersedia dalam dua ukuran yaitu 20s dan 30s.
Kain jenis ini biasa digunakan untuk bahan kaos distro-distro bandung.
Katun Kombed 20s adalah kain katun kombed yang terbuat dari Benang yang berukuran 20s.
Katun Kombed 30s adalah kain katun kombed yang terbuat dari Benang yang berukuran 30s.
Kain katun kombed 20s lebih tebal daripada 30s. Sehingga kain katun 30s lebih lemas daripada kain katun 20s.
8. Katun Karded /Cotton Carded
Berbeda dengan kain katun kombed, kain katun karded tidak disisir pada proses finishing pembuatannya. Oleh karena itu masih terdapat serat-serat kapas halus yang tersisa (serat Benang kurang halus, hasil rajutan dan penampilan bahan kurang rata). Tetapi meskipun begitu kain katun karded memiliki keunggulan harga yang lebih murah dibandingkan kain katun kombed.Umumnya bhn ini digunakan u kaos dg target pasar kelas menengah krn lbh murah.Mskpn memiliki tekstur krng halus ttp tetap nyaman dipakai krn terbuat dr 100% serat kapas alami. Kaos ini cukup menyerap keringat dan tdk panas.
Pada kain katun karded hanya terdapat ukuran 20s,24s,dll berdasarkan jenis benang yg digunakan.
Perbedaan antara kain katun kombed dan karded yang ada di pasaran adalah kain katun kombed lebih tebal daripada kain katun karded.
9. Teteron Cotton / TC
Bahan kaos ini dari jenis serat campuran,yaitu dari Cotton Combed 35% dan Polyester (Teteron) 65%, dg karateristik : kurang menyerap keringat dan agak panas, lebih tahan kusut dan tdk melar meskipun dicuci berkali kali, bila dibakar menghasilkan abu dan arang. Bahan ini biasa digunakan untuk sprei, hem dan celana.
10. Cotton Viscose /CVC
Bahan kaos ini juga dari jenis serat campuran, yaitu blending/campuran dari Cotton Combed 55% & Viscose 45%, dg karakteristik : tingkat shrinkage (susut pola) lebih kecil dari Cotton, dan bahan ini termasuk menyerap keringat.
Sumber : Fb Moslem Fashion
Ditulis Kembali Oleh Kamila Muslimah
Saturday, March 21, 2015
Mengenal Kain Chiffon
(Bogor, Rosalina Anggraeni) Kain Chiffon atau Kain Sifon merupakan kain yang terbuat dari sutra, katun, nilon, polyester, atau rayon. Kain sifon ini cenderung tipis dengan kilau samar dan penenunan sederhana. Bahan yang lembut dan transparan ini ditemukan pada 1938. Sifon dibuat secara eksklusif dari serat sutra. Sejak awal 1950-an, pemakaiannya menjadi lebih luas karena seratnya lebih kuat dan harganya relatif terjangkau dibanding sutra murni.
Kain Chiffon atau Sifon cocok digunakan untuk pakaian formal dan cocok juga untuk gaun malam. Sebagian besar kerudung, hijab atau pashmina yang sering digunakan wanita muslim Indonesia masa kini berbahan kain Sifon.
Bahan kain sifon sendiri paling banyak menggunakan bahan sintetis, karena bahan sintetis untuk pewarnaan kain sangat baik, untuk proses pembuatan juga relatif lebih mudah, dan bahan sintetis cenderung lebih kokoh.
Dalam pakaian resmi, kain sifon sering digunakan sebagai lapisan di atas kain lebih buram. Kain mengambang di atas, menambahkan kilau dan tekstur untuk gaun. Kain sifon ini juga digunakan untuk atasan, rok, dan gaun serta syal, ikat pinggang, dan aksen.
Subscribe to:
Posts (Atom)
